The
Salemba Band, Ekspresi Kebebasan di Penjara
Safari
Sidakaton
Senin,
03 September 2012
Tingginya
tembok penjara dan dibatasinya berbagai macam kegiatan. Ternyata, tidak
membatasi sejumlah warga penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Salemba untuk 'unjuk
gigi' dan berkreasi...
Buktinya, mereka mampu membentuk satu group musik yang bisa
disejajarkan dengan group band di luar penjara. Tidak itu saja, group band yang
bernama The Salemba Band telah menelurkan dua album.
Dua album yang berjudul ‘Satukan
Hati’ dan ‘Presiden’ tersebut diproduksi di dalam Rutan Salemba tanpa adanya
pihak Label yang membantu. Dengan kata lain, semua biaya produksi ditanggung
oleh The Salemba Band sendiri.
Meski serba terbatas, performance
dan materi album mereka tidak kalah dengan group papan atas lainnya yang sedang
naik daun di blantika musik Indonesia.
Saat ini, The Salemba Band yang
dibentuk pada 23 Mei 2011 telah memiliki personil yang mumpuni di bidang musik.
Mereka adalah Ongen (vocal), Radietya fajry (Vocal & keyboard), Moses
(keyboard), Aris (Guitar), Ray (drum), Alden lucas (guitar), Bardi (drum), dan
Kiki (bass).
Sebelumnya,
ada beberapa personil The Salemba Band yang telah menghirup udara kebebasan
seperti Alden (guitar), Aris (Rhytem), Moses (keyboar), ongen (vocal),
sedangkan Deni (percusi) telah dipindahkan ke LP Nusa Kambangan.
Untuk menambah performa dan meraih
kesuksesan, The Salemba Band pun mengalami penambahan personil yang di
perbantukan dalam bidang manajerial dan produksi. Tercatat ada Kodil(Humas),
Rafitra (Programer), Rio (Art Design), dan Boy (Crew).
Menurut Sutedi SH, Staf KPR Rutan
Salemba, pembentukan The Salemba Band berawal dari beberapa warga Rutan Salemba
yang mengisi waktu kosong dengan bermain gitar. Beberapa warga binaan yang
mempunyai potensi bermain musk kemudian dikumpulkan untuk membentuk satu group
musik. Dibentuknya group musik sebagai sarana hiburan dan mengisi kegiatan agar
terhindar dari stres di dalam rutan.
“Satu detik di rutan seperti satu
menit, satu menit seperti satu jam, satu jam seperti satu hari. Oleh karena itu
harus diisi dengan berbagai kegiatan supaya tidak stres,” kata Sutedi
kepada TNOL.
Tedi,
panggilan akrab lelaki yang sudah 15 tahun mengabdi di Rutan Salemba ini
menuturkan, The Salemba Band menjadi istimewa jika dibandingkan dengan group
musik lainnya. Karena, semua personilnya adalah penghuni rutan yang tersangkut
beberapa kasus pidana. Namun, hal tersebut justru tidak membatasi mereka untuk
berekspresi dalam dunia musik.
Selain itu, perangkat musik dan sound
system yang dimiliki The Salemba Band juga terbilang dibawah standar.
Bahkan, semua peralatan adalah barang bekas dan dibeli dengan cara mencicil.
Tidak heran ketika hendak tampil harus menyetel semua perangkat tersebut agar
menghasilkan suara yang bagus.
“Pertama kali tampil memang banyak
warga yang menutup telinga. Tapi, sekarang malah telinga dibuka dan memberikan
tepuk tangan kepada The Salemba Band,” kata Tedi bangga.
Tepuk tangan dan rasa kagum kepada
The Salemba Band karena group band ini telah menciptakan dan membuat album
dengan kemampuan sendiri. Bahkan, The Salemba Band berhasil menciptakan lagu
enam presiden yang pernah memimpin Indonesia. Lagu-lagu tentang presiden
Indonesia itu dibuat album dengan titel Presiden.
“Rutan
di Amerika saja belum ada warganya yang menciptakan lagu tentang presidennya.
Di Indonesia sudah ada yaitu di Rutan Salemba,” tegasnya.
Hingga saat ini berbagai pengalaman
manggung bersama dengan artis ibukota telah dilakukan The Salemba Band. Setidaknya
The Salemba Band pernah manggung bersama dengan Yoyo dan Fadli (Padi), M2 Band
(Jelly Tobing/Ikmal”The Rock” ), A’a Gatot Braja Musti (Ketua Parfi), Aziz MS
(Jamrud), Joy Tobing (Idol Indonesia), Andi Soraya dan Samantha Band.
Untuk melebarkan sayap, The Salemba
Band akan mengeluarkan single terbaru yang berjudul ‘Rasa Ini.’
Rencananya album tersebut akan di distribusikan ke seluruh Indonesia. Namun,
mengingat biaya produksi dan promosi yang tidak sedikit. The Salemba Band
sangat membutuhkan produser untuk bisa menggarap musik mereka secara
serius.
“Tentunya kami sangat banyak
berterima kasih kepada Bapak Taufiqurrahman BC.IP.S.Sos.SH.M.Si selaku Kepala
Rutan yang memberikan dukungan. Dan perhatian yang cukup besar terhadap The
Salemba Band untuk berkarya, sehingga para personilnya dapat menjalani hukuman
mereka dengan kegiatan yang sangat bermanfaat sampai mereka bebas nanti,”
tandas Sutedi.(Sbh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar