Senin, 22 Oktober 2012





tnol.co.id > Liputan > The Salemba Band, Ekspresi Kebebasan di Penjara
The Salemba Band, Ekspresi Kebebasan di Penjara
Safari Sidakaton
Senin, 03 September 2012
Tingginya tembok penjara dan dibatasinya berbagai macam kegiatan. Ternyata, tidak membatasi sejumlah warga penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Salemba untuk 'unjuk gigi' dan berkreasi...


Buktinya, mereka mampu membentuk satu group musik yang bisa disejajarkan dengan group band di luar penjara. Tidak itu saja, group band yang bernama The Salemba Band telah menelurkan dua album.
Dua album yang berjudul ‘Satukan Hati’ dan ‘Presiden’ tersebut diproduksi di dalam Rutan Salemba tanpa adanya pihak Label yang membantu. Dengan kata lain, semua biaya produksi ditanggung oleh The Salemba Band sendiri.
Meski serba terbatas, performance dan materi album mereka tidak kalah dengan group papan atas lainnya yang sedang naik daun di blantika musik Indonesia.
Saat ini, The Salemba Band yang dibentuk pada 23 Mei 2011 telah memiliki personil yang mumpuni di bidang musik. Mereka adalah Ongen (vocal), Radietya fajry (Vocal & keyboard), Moses (keyboard), Aris (Guitar), Ray (drum), Alden lucas (guitar), Bardi (drum), dan Kiki (bass).

Sebelumnya, ada beberapa personil The Salemba Band yang telah menghirup udara kebebasan seperti Alden (guitar), Aris (Rhytem), Moses (keyboar), ongen (vocal), sedangkan Deni (percusi) telah dipindahkan ke LP Nusa Kambangan.
Untuk menambah performa dan meraih kesuksesan, The Salemba Band pun mengalami penambahan personil yang di perbantukan dalam bidang manajerial dan produksi. Tercatat ada Kodil(Humas), Rafitra (Programer), Rio (Art Design), dan Boy (Crew).
Menurut Sutedi SH, Staf KPR Rutan Salemba, pembentukan The Salemba Band berawal dari beberapa warga Rutan Salemba yang mengisi waktu kosong dengan bermain gitar. Beberapa warga binaan yang mempunyai potensi bermain musk kemudian dikumpulkan untuk membentuk satu group musik. Dibentuknya group musik sebagai sarana hiburan dan mengisi kegiatan agar terhindar dari stres di dalam rutan.
“Satu detik di rutan seperti satu menit, satu menit seperti satu jam, satu jam seperti satu hari. Oleh karena itu harus diisi dengan berbagai kegiatan supaya tidak stres,” kata Sutedi  kepada TNOL.

Tedi, panggilan akrab lelaki yang sudah 15 tahun mengabdi di Rutan Salemba ini menuturkan, The Salemba Band menjadi istimewa jika dibandingkan dengan group musik lainnya. Karena, semua personilnya adalah penghuni rutan yang tersangkut beberapa kasus pidana. Namun, hal tersebut justru tidak membatasi mereka untuk berekspresi dalam dunia musik.
Selain itu, perangkat musik dan sound system yang dimiliki The Salemba Band juga terbilang dibawah standar. Bahkan, semua peralatan adalah barang bekas dan dibeli dengan cara mencicil. Tidak heran ketika hendak tampil harus menyetel semua perangkat tersebut agar menghasilkan suara yang bagus.
“Pertama kali tampil memang banyak warga yang menutup telinga. Tapi, sekarang malah telinga dibuka dan memberikan tepuk tangan kepada The Salemba Band,” kata Tedi bangga.    
Tepuk tangan dan rasa kagum kepada The Salemba Band karena group band ini telah menciptakan dan membuat album dengan kemampuan sendiri. Bahkan, The Salemba Band berhasil menciptakan lagu enam presiden yang pernah memimpin Indonesia. Lagu-lagu tentang presiden Indonesia itu dibuat album dengan titel Presiden.

“Rutan di Amerika saja belum ada warganya yang menciptakan lagu tentang presidennya. Di Indonesia sudah ada yaitu di Rutan Salemba,” tegasnya.
Hingga saat ini berbagai pengalaman manggung bersama dengan artis ibukota telah dilakukan The Salemba Band. Setidaknya The Salemba Band pernah manggung bersama dengan Yoyo dan Fadli (Padi), M2 Band (Jelly Tobing/Ikmal”The Rock” ), A’a Gatot Braja Musti (Ketua Parfi), Aziz MS (Jamrud), Joy Tobing (Idol  Indonesia), Andi Soraya dan Samantha Band.
Untuk melebarkan sayap, The Salemba Band akan mengeluarkan single terbaru yang berjudul  ‘Rasa Ini.’ Rencananya album tersebut akan di distribusikan ke seluruh Indonesia. Namun, mengingat biaya produksi dan promosi yang tidak sedikit. The Salemba Band sangat membutuhkan  produser untuk bisa menggarap musik mereka secara serius.  
“Tentunya kami sangat banyak berterima kasih kepada Bapak Taufiqurrahman BC.IP.S.Sos.SH.M.Si selaku Kepala Rutan yang memberikan dukungan. Dan perhatian yang cukup besar terhadap The Salemba Band untuk berkarya, sehingga para personilnya dapat menjalani hukuman mereka dengan kegiatan yang sangat bermanfaat sampai mereka bebas nanti,” tandas Sutedi.(Sbh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar